Close

Logo HUT Kota Jakarta dan Daerah-daerah Lainnya di Bulan Juni 2026

avatar Tidak diketahui
Logo peringatan HUT Pekan Baru ke-242 pada 23 Juni 2026

Identitas visual dalam perayaan hari jadi sebuah daerah dibuat untuk mendukung kemeriahan tahunan. Namun lebih dari itu, biasanya masing-masing akan menyajikan visual yang mengakar pada arah kebijakan, warisan budaya, dan manifesto bagaimana sebuah kota atau provinsi memandang masa depannya.

Daerah/kabupaten/kota mana saja yang merayakan hari ulang tahun di bulan Juni 2026 ini?

3 Juni HUT ke-544 Kota Bogor
3 Juni HUT ke-544 Kabupaten Bogor
5 Juni HUT ke-179 Kabupaten Boyolali
9 Juni HUT ke-89 Kota Metro
12 Juni HUT ke-384 Kabupaten Ciamis
17 Juni HUT ke-344 Kota Bandar Lampung
17 Juni HUT ke-1343 Kota Palembang
20 Juni HUT ke-108 Kota Madiun
20 Juni HUT ke-108 Kota Mojokerto
21 Juni HUT ke-25 Kota Batu
21 Juni HUT ke-25 Kota Cimahi
21 Juni HUT ke-25 Kota Lhokseumawe
21 Juni HUT ke-25 Kota Pagar Alam
22 Juni HUT ke-499 Provinsi DKI Jakarta
23 Juni HUT ke-242 Kota Pekanbaru

3 Juni: HUT ke-544 Kota Bogor

Logo HUT ke-544 Kabupaten Bogor & Kota Bogor

Pada peringatan HUT ke-544, Kota Bogor meluncurkan logo dengan tema “Bogor Nanjeur”, yang memiliki arti tegak, maju, kokoh, dan pantang mundur. Tema ini merepresentasikan semangat Kota Bogor untuk terus berdiri tegak dalam menghadapi tantangan zaman dan siap menyongsong masa depan yang lebih maju.

Secara visual, logo ini mengusung konsep dinamis dan modern melalui angka 544 yang dipadukan dengan siluet Kujang, sebagai perlambang identitas, budaya, dan warisan sejarah Kerajaan Pajajaran di Tanah Pasundan. Penggunaan warna pada logo meliputi hijau yang merepresentasikan kesuburan dan kawasan Kebun Raya Bogor, kuning yang melambangkan keemasan dan sejarah panjang, merah sebagai simbol keberanian dan semangat juang masyarakat, serta abu-abu yang merepresentasikan kestabilan, netralitas, dan modernitas

3 Juni: HUT ke-544 Kabupaten Bogor

Dua entitas wilayah Kota dan Kabupaten Bogor berbeda secara administratif, tapi keduanya berbagi akar sejarah yang sama pada 3 Juni. Keduanya merayakan hari jadi di tanggal yang sama.

Dalam merayakan usianya yang ke-544, Kabupaten Bogor mengusung tema “Bergerak Serempak, Nyata Berdampak”. Tema ini bermakna ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk melangkah bersama dengan mengedepankan semangat Sabilulungan atau gotong royong. Tema ini juga menegaskan bahwa pembangunan wilayah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh warga.

Secara visual, desain logo Kabupaten Bogor dirancang sebagai representasi dari energi, persatuan, dan aksi nyata yang berakar dari sejarah kuat menuju pembangunan masa depan yang lebih gemilang dan berdampak luas.

5 Juni: HUT ke-179 Kabupaten Boyolali

5 Juni: HUT ke-179 Kabupaten Boyolali

Pemerintah Kabupaten Boyolali merayakan Hari Jadi ke-179 pada tahun 2026 dengan tema “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi”. Tema ini memiliki fokus utama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik, pemeliharaan nilai kerukunan dan gotong royong, serta optimalisasi sektor unggulan daerah seperti peternakan, pertanian, UMKM, dan pariwisata.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Boyolali menerapkan kebijakan ramah lingkungan dengan mengimbau seluruh instansi, perusahaan, dan lembaga untuk mengganti karangan bunga ucapan selamat menjadi bantuan bibit pohon. Bibit-bibit ini selanjutnya digunakan untuk program penghijauan di sejumlah titik, termasuk bantaran sungai dan jembatan.

Rangkaian peringatan HUT Boyolali tahun ini juga diisi dengan berbagai agenda daerah yang melibatkan masyarakat umum. Beberapa kegiatan utama tersebut meliputi Kirab Obor dan Niti Tilas, Merbabu Art Festival dengan tema “Titi Jagat”, Kirab Budaya, Boyolali Night Carnival, hingga Festival Soto Nusantara yang menyediakan 500 porsi soto gratis bagi warga. Agenda ini dirancang untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

9 Juni: HUT ke-89 Kota Metro

Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-89, Pemerintah Kota Metro mengusung tema “Harmoni Nyata, Cerdas Bahagia”. Peringatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan visi Kota Metro sebagai Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius.

Tema tersebut merepresentasikan tekad bersama antara pemerintah dan elemen masyarakat untuk menghadirkan pembangunan yang maju, pelayanan publik yang berkualitas, serta kehidupan yang harmonis, cerdas, dan sejahtera. Sebagai bentuk partisipasi, Pemerintah Kota Metro juga mengajak seluruh instansi, lembaga pendidikan, pelaku usaha, hingga masyarakat luas untuk ikut menyebarluaskan logo resmi dan menyemarakkan peringatan hari bersejarah ini.

12 Juni: HUT ke-384 Kabupaten Ciamis

Pemerintah Kabupaten Ciamis meluncurkan logo resmi peringatan Hari Jadi ke-384 di tahun 2026 dengan mengusung tema “Guyub Ngawangun Galuh”. Logo ini berfungsi sebagai identitas visual peringatan milangkala Tatar Galuh sekaligus menjadi representasi filosofi pembangunan daerah.

Secara makna, kata “Guyub” berarti kebersamaan, persatuan, dan harmonisasi masyarakat. Sementara itu, “Ngawangun Galuh” bermakna membangun kembali kejayaan dan martabat Tatar Galuh melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berbudaya. Melalui tema dan logo ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengajak masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki, mengedepankan semangat gotong royong, serta bersama-sama menjaga warisan sejarah dan budaya peninggalan masa Kerajaan Galuh.

17 Juni: HUT ke-344 Kota Bandar Lampung

Peringatan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung pada 17 Juni 2026 mengusung tema “Dengan Semangat Bandar Lampung Bersinar, Kita Wujudkan Indonesia Emas”. Kata “Bersinar” dalam tema tersebut merupakan akronim dari Bersinergi, Inovatif, Nyaman, Agamis, dan Responsif. Semangat ini mencerminkan tujuan agar Bandar Lampung terus menjadi kota yang maju, berdaya saing, ramah lingkungan, serta sejahtera bagi warganya.

Secara visual, identitas perayaan ini mengintegrasikan elemen mahkota adat khas Lampung, yaitu Siger. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 03 Tahun 2012, penggunaan lambang Siger bermakna bahwa Kota Bandar Lampung berposisi sebagai “Ibu” yang mengayomi dan memakmurkan masyarakatnya, serta bersifat ramah terhadap tamu dan pendatang. Desain ini secara keseluruhan mewakili nilai Bersinergi, yakni komitmen kerja sama antara pemerintah dan lapisan masyarakat, serta nilai Inovatif sebagai dorongan untuk terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan terobosan pelayanan publik.

17 Juni: HUT ke-1343 Kota Palembang

Pada peringatan hari jadinya yang ke-1343 di tahun 2026, Kota Palembang meluncurkan logo resmi dengan tema “Palembang Berdaya, Berbudaya dan Mendunia”. Desain logo ini difokuskan pada penggabungan unsur sejarah, budaya lokal, dan ikon khas kota ke dalam format visual yang modern dan elegan.

Elemen utama pembentuk identitas visual ini mengambil inspirasi langsung dari dua hal: struktur arsitektur Jembatan Ampera dan ragam hias motif kain songket. Penggabungan antara ikon infrastruktur dan elemen tekstil tradisional tersebut digunakan sebagai representasi visual dari identitas dan semangat masyarakat Kota Palembang yang tangguh, kuat, serta bersatu.

20 Juni: HUT ke-108 Kota Madiun

Kota Madiun memeringati hari jadi ke-108 dengan identitas visual yang kaya akan storytelling lokal. Mengusung tema “Madiun Berkilau”, desain perayaan tahun ini dirancang untuk merepresentasikan perpaduan harmonis antara kekayaan budaya, ketangguhan pencak silat, kelezatan kuliner, hingga pesatnya kemajuan industri kota.

Madiun yang tersohor dengan julukan “Kota Pendekar” diterjemahkan secara visual melalui elemen seni bela diri pencak silat. Identitas kultural ini kemudian dianyam dengan ornamen batik yang menyimbolkan luhurnya tradisi lokal yang terus dijaga kelestariannya. Tidak berhenti pada ruang lingkup historis, kebanggaan vernakular masyarakat kota turut disematkan melalui representasi ikon kuliner legendaris mereka, yakni Nasi Pecel Madiun.

Sebagai penyeimbang dari narasi tradisional tersebut, logo ini menyuntikkan garis desain yang lebih mekanis melalui elemen kereta api. Ikon ini merepresentasikan laju pesat perekonomian dan kemajuan teknologi, sekaligus menjadi penegas yang sangat presisi mengenai status prestisius Madiun sebagai pusat industri perkeretaapian nasional.

20 Juni: HUT ke-108 Kota Mojokerto

Desain perayaan HUT ke-108 Kota Mojokerto dibentuk dari eksplorasi tipografi dari garis yang membentuk angka 108. Tarikan garisnya dirancang menyambung dan tidak terputus, merangkai setiap digit hingga membentuk siluet pita infinity (tak terhingga).

Bentuk ini sarat simbol semangat kolektif masyarakat yang persisten, kebersamaan tanpa batas, serta laju pembangunan kota yang berkelanjutan. Sifat garis yang mengalir (fluid) turut merepresentasikan keluwesan dan kolaborasi warga Mojokerto dalam berinovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Warna dipilih dari gradasi kuning, merah, hingga ungu memancarkan kesan atraktif dan energik. Pemilihan warna ini menjadi suar optimisme, mengomunikasikan identitas Mojokerto masa kini yang terus bergerak maju menuju lanskap masa depan yang inklusif..

21 Juni: HUT ke-25 Kota Batu

Memasuki usia ke-24 tahun, Kota Batu merayakannya dengan logo garis-garis tegas dengan sudut lancip, membentuk angka 24. Melambangkan kebersamaan, kekuatan, ketangguhan, serta keluwesan masyarakat Kota Batu.

Menurut dokumen filosofi logonya, detail anatomi angkanya disusun oleh gabungan berbagai ikon penting kota. Hadirnya siluet Jaranan atau Jaran Kepang menjadi penghormatan yang sangat apik terhadap akar budaya seni lokal, disandingkan dengan bentuk roda (melingkar) yang melambangkan pergerakan roda ekonomi kota yang dinamis. Identitas historis Batu sebagai kawasan agrikultur juga tak luput disematkan secara cerdas lewat stilasi bentuk cangkul, representasi alat kerja tradisional mayoritas petani setempat.

Semua elemen tersebut diikat oleh sebuah centerpiece berupa simbol figur manusia. Ikonografi ini bertindak sebagai perwujudan masyarakat dan pemerintah kota yang saling bersinergi dan bersemangat untuk maju bersama.

21 Juni: HUT ke-25 Kota Cimahi

Memasuki usia perak (25 tahun), Kota Cimahi merayakan hari jadi dengan identitas visual yang kompleks atau maksimalis. Mengusung tema leksikal yang puitis, “Aruna Karsa Perak Cimahi”, desain perayaan tahun ini lahir bermakna visualisasi dari harapan, energi, serta tekad baru untuk sebuah lompatan perubahan.

Elemen historis militer dan kebudayaan Sunda yang menjadi DNA Cimahi terwakili dengan apik melalui siluet tank baja, Kujang, dan ornamen bambu. Di saat yang sama, denyut nadi pelayanan publik dan modernisasi kota direpresentasikan secara presisi lewat integrasi siluet Gedung Pemkot, bus wisata Sakoci, Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga Cimahi Techno Park.

21 Juni: HUT ke-25 Kota Lhokseumawe

Identitas perayaan Lhokseumawe tidak direpresentasikan dalam logo khusus. Gambar di atas diambil dari tangkapan layar ucapan Selamat Hari Jadi Kota Lhoksumawe dari sosial media pemerintah kota.

Perayaan HUT ke-25 Kota Lhokseumawe mengusung identitas utama “Lhokseumawe 25 Tahun: Maju Kotanya, Lestari Adat Budayanya, Sejahtera Masyarakatnya”. Peringatan ini menjadi momentum untuk terus memperkuat pembangunan, melestarikan adat istiadat, dan meningkatkan syariat demi mewujudkan kota yang berkah dan bermartabat.

21 Juni: HUT ke-25 Kota Pagar Alam

Memasuki usia seperempat abad (silver jubilee), Kota Pagar Alam merayakannya dengan logo hasil kolaborasi dan pertisipasi masyarakat lewat sayembara publik.

Logo ini mengusung tema tajam bertajuk “Koin Perak” yang diikat oleh slogan “Sinergitas Untuk Kemajuan”. Koin perak tidak sekadar dimaknai sebagai representasi usia perak (25 tahun), tetapi juga simbol stabilitas, nilai yang tak lekang oleh waktu, serta investasi jangka panjang yang solid bagi warga Kota Pagar Alam.

22 Juni: HUT ke-499 Provinsi DKI Jakarta

Menjelang pencapaian monumental lima abad eksistensinya, identitas visual HUT ke-499 Jakarta mengusung narasi desain yang ambisius melalui tema “Lorong Waktu Menuju 5 Abad”.

Logo ini menerjemahkan perjalanan sejarah Jakarta ke dalam bahasa visual yang dinamis, sebuah jembatan penghubung antara warisan masa lalu Sunda Kelapa dengan proyeksi masa depan Jakarta sebagai kota global.

23 Juni: HUT ke-242 Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru merayakan ulang tahunnya dengan identitas visual yang sangat matang. Mengangkat identitas kultur dalam logo resmi bertema “Kolaboraksi”. Logo numerik 242 tahun ini mengadopsi pendekatan human-centric design. Anatomi angka diolah menyerupai figur manusia aktif yang bergerak maju, mewakili gaya visual dari mobilitas urban yang dinamis.

Elemen figuratif budaya tetap disematkan, antara lain ragam hias tanjak Melayu di bagian atas, berarti bahwa modernisasi Pekanbaru, yang secara simbolis diwujudkan lewat peluncuran operasional Bus Kota Listrik di waktu yang sama, tetap berpijak pada akar tradisi daerah tersebut.

avatar Tidak diketahui

Desainer yang tinggal di Jakarta, berpengalaman lebih dari 14 tahun di tingkat nasional dan regional. Spesialisasi keahliannya mencakup perancangan identitas merek, desain logo, serta visualisasi data dan infografik. Sepanjang kariernya, ia terbiasa menerjemahkan isu dan data yang kompleks menjadi narasi visual yang fungsional, berpengalaman mengelola strategi visual untuk komunikasi publik.

Eksplorasi konten lain dari VIZ Magazine

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

scroll to top