Close

Polri Tetapkan Logo Resmi Layanan Darurat 110

avatar Tidak diketahui
Logo 110 Polri

Nomor darurat 110 dari dulu memang sudah sangat identik dengan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ketika ditanya 110 nomor apa? Hampir semua masyarakat tahu ke mana nomor itu bermuara. Namun, kali ini Polri membuat sebuah terobosan untuk memperkuat layanan tersebut dari sisi identitas visual. Keputusan Kapolri Nomor: Kep/695/V/2026 yang diumumkan di situs resmi Polri pada 5 Juni 2026, menjadi dasar logo Layanan Polisi 110 agar digunakan secara konsisten.

Menurut Divisi Humas Polri, Penyegaran identitas ini bukan sekadar pembaruan estetika, melainkan upaya strategis untuk menciptakan wajah pelayanan publik yang cepat, responsif, humanis, dan terintegrasi.

Apakah Logo Baru Ini Bisa Mengakhiri Inkonsistensi Visual?

Dari kacamata desain dan branding, penetapan logo standar ini menjadi angin segar. Selama ini, logo layanan 110 yang beredar di masyarakat maupun di berbagai platform kepolisian daerah memang sangat tidak konsisten. Kita kerap melihat banyak versi yang berbeda, terutama dari yang paling dasar yakni jenis font yang berbeda-beda. Beda daerah, beda resor, beda sektor, atau bahkan beda konten logonya jadi beda.

Ketidakkonsistenan visual ini sebenarnya tidak terlalu krusial, mengingat nomor 110 sudah sangat melekat kuat di benak publik sebagai milik Kepolisian RI. Namun, setidaknya kehadiran logo baru ini akan menciptakan keseragaman identitas. Logo yang konsisten secara nasional akan membuat layanan ini semakin dikenal baik, mempermudah masyarakat saat akan melapor, dan membangun kepercayaan publik bahwa laporan mereka akan ditangani dengan cepat dan profesional.

Makna Visual dan Filosofi Desain

Logo baru Layanan Polisi 110 ini mengusung desain kotak bersudut membulat (rounded box). Dalam ranah desain antarmuka, sudut melengkung melambangkan keramahan dan sistem yang terstruktur namun tetap humanis. Sementara itu, garis bingkai berwarna merah mencerminkan perlindungan hukum serta ketegasan.

Penggunaan warna pada identitas ini juga sarat makna:

  • Warna Merah: Disematkan pada angka 110, melambangkan keberanian, ketegasan, serta kesiapsiagaan penuh dalam merespons situasi darurat.
  • Warna Putih: Melambangkan ketulusan, kejujuran, dan integritas.
  • Warna Hitam: Menggambarkan profesionalisme dan komitmen institusi.
  • Simbol Telepon dan Sinyal: Mengomunikasikan layanan komunikasi yang modern, responsif, serta aktif 24 jam tanpa henti.

Untuk menyempurnakan identitas layanan, tulisan “Melindungi – Mengayomi – Melayani” disematkan sebagai penegasan nilai dasar pedoman tugas kepolisian.

Pekerjaan Rumah: Kualitas Layanan di Level Daerah

Foto: Polri.go.id

Di balik wajah barunya, Layanan 110 yang didukung oleh jaringan PT Telkom Indonesia ini dirancang sebagai pusat panggilan bebas pulsa dengan sistem respons cepat. Targetnya, panggilan masuk harus bisa direspons oleh petugas dalam kurun waktu sekitar 10 detik. Layanan siaga 24 jam ini dikhususkan untuk kondisi mendesak, seperti tindak kriminal, keadaan darurat sipil, kecelakaan lalu lintas, gangguan ketertiban, hingga bencana alam.

Namun, wajah yang terstandardisasi ini tentu harus diimbangi dengan performa nyata. Polri hanya cukup memastikan dan memperbaiki kualitas layanan darurat tersebut hingga merata ke level daerah. Karena sentimen publik yang muncul dari pengamatan penulis di media sosial masih negatif. Namun, jika implementasi kecepatan respons di lapangan sudah sejalan dengan tampilan modernnya, secara otomatis citra dan branding layanan 110 ini akan meningkat drastis di mata masyarakat.

Penetapan identitas visual Logo 110 ini menjadi langkah institusional yang patut diapresiasi. Dalam beberapa waktu ke depan, tentu kita akan bersama-sama memantau: apakah logo ini benar-benar digunakan secara konsisten di seluruh pelosok Indonesia atau masih akan belang-belang. Bahkan, terpantau baru Kepolisian RI pusat yang merilis atau mengupdate informasi ini. Sering terjadi beda wilayah, beda akun, beda logonya. Dan lebih penting lagi, apakah kualitas layanannya benar-benar sepadan dengan filosofi pada logo barunya.

avatar Tidak diketahui

Desainer yang tinggal di Jakarta, berpengalaman lebih dari 14 tahun di tingkat nasional dan regional. Spesialisasi keahliannya mencakup perancangan identitas merek, desain logo, serta visualisasi data dan infografik. Sepanjang kariernya, ia terbiasa menerjemahkan isu dan data yang kompleks menjadi narasi visual yang fungsional, berpengalaman mengelola strategi visual untuk komunikasi publik.

Eksplorasi konten lain dari VIZ Magazine

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

scroll to top