Formula 2 dan Formula 3 baru saja merilis identitas visual baru. Kelas balapan yang jadi jenjang karir menuju Formula 1 kini memiliki identitas yang jauh lebih terpadu.
Bagi penggemar motorsport tanah air, kedua feeder series F2 dan F3 ini punya nilai historis tersendiri. Nama-nama seperti Sean Gelael dan Rio Haryanto pernah merintis karir di ajang ini sejak kedua series ini masih bernama GP2 dan GP3. Rio bahkan berhasil menembus puncak dengan mencetak sejarah yang berhasil berhasil mengamankan FIA Super Licence, sekaligus sebagai pembalap Indonesia pertama di F1 pada musim 2016 bersama Manor Racing.

F2 Tetap Berwarna Biru, Tampil Lebih Rapi
Warna biru khas yang sudah familier bagi para penggemar tetap dipertahankan. Bedanya, bentuk logo sekarang dipangkas menjadi lebih minimalis dengan satu warna solid. Efek gradasi atau garis tambahan dihapus, menyebabkan logo ini jauh lebih fleksibel dan bersih saat dipasang di layar kaca, platform digital, hinggamerchandise.
Perubahan lebih berani justru diterapkan pada F3. Kombinasi abu-abu dan merah yang selama ini menempel pada identitas mereka resmi dihapus. Sebagai gantinya, F3 kini menggunakan warna oranye terang. Pemilihan warna ini membedakan mereka secara tegas dari F2 dan F1, sekaligus memberikan kesan segar yang mewakili para pembalap muda di grid tersebut.

Satu Keluarga, Satu Bahasa Visual
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, bersama CEO F1, Stefano Domenicali, sepakat bahwa penggemar dan penonton baru harus bisa melihat alur jenjang karir balap ini dengan mudah. Menggunakan bahasa desain yang seragam dari F3 hingga F1 adalah cara paling praktis untuk mengomunikasikan sistem piramida tersebut.
Bruno Michel, CEO F2 dan F3, memastikan bahwa identitas visual baru ini sudah langsung diimplementasikan di semua lini, mulai dari grafis siaran hingga branding di pinggir trek. Lewat perombakan desain ini, F2 dan F3 tak lagi sekadar terlihat sebagai balapan pendukung, melainkan bagian tak terpisahkan dari ekosistem besar Formula 1.

