TL;DR: Ringkasan
- Xerox merilis logo dan identitas merek baru pasca-akuisisi Lexmark senilai USD 1,5 miliar, menandai ambisinya menjadi raksasa teknologi informasi.
- Lettermark Xerox kini menggunakan ikon/simbol dan tetap warna merah sebagai lambang fleksibilitas, keberanian, dan integritas.
- Sejarah panjang Xerox berawal dari penemuan teknologi xerography yang kemudian menginspirasi nama perusahaan.
- Di Indonesia, jejak Xerox terkait erat dengan Astragraphia, yang telah menjadi distributor eksklusif produk mereka sejak tahun 1976.
Xerox, barangkali dalam memori kita adalah salah satu merek yang sering kita lihat di papan nama fotokopi di sekitar kampus atau gedung-gedung perkantoran. Perusahaan ini telah memproduksi mesin-mesin terutama untuk kebutuhan perkantoran ini baru saja mengumumkan logo baru mereka.
Baru baru ini, postingan resmi Xerox di laman Linkedin, tepatnya tanggal 9 Juni 2026, logo dan identitas merek baru ini disegarkan untuk menandai fase baru dari perusahaan. Terutama setelah Xerox baru saja mengakuisisi Lexmark dengan nilai investasi sebesar 1,5 miliar dolar AS, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang manufaktur printer laser, perangkat Internet of Things (IoT), dan layanan berbasis cloud.
Pasca mengakuisisi Lexmark, perusahaan ini langsung menempati peringkat lima besar di setiap segmen cetak dunia, dan melayani lebih dari 200.000 klien di 170 negara.
Sejarah Xerox
Perusahaan ini mulanya bernama The Haloid Photographic Company, berdiri tahun 1906 dan memproduksi perlengkapan dan kertas foto.
Nama Xerox baru digunakan pada tahun 1961. Nama Xerox sendiri berasal dari istilah xerography, yang berasal dari bahasa Yunani “xeros” (kering) dan “graphos” (tulisan) yang merupakan teknik baru fotografi tanpa likuid. Mesin fotokopi komersial pertama yang mereka produksi pada 1950 membuat Haloid menyadari potensi besar teknologi ini, yang membuat mereka memutuskan mengganti nama perusahaan.


Logo Xerox identik dengan lettermark yang berkarakter kuat, dan warna merah. Pada logo terbaru, mereka mempertahankan penggunaan warna merah sebagai lambang upaya yang penuh semangat, keunggulan, integritas, dan keberanian.

Xerox di Indonesia
Di Indonesia, sejarah Xerox tidak bisa dilepaskan dari PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia). Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1971 ini mulanya adalah Divisi Xerox di PT Astra International.

Pada 22 April 1976, menurut laman resmi Astragraphia, perusahaan ini secara resmi ditunjuk menjadi distributor eksklusif dari Fuji Xerox Co. Ltd. Jepang untuk Indonesia. Kerja sama ini terus berlanjut seiring zaman. Pada 1 April 2021, prinsipal utama perusahaan, Fuji Xerox Co., Ltd., mengubah namanya menjadi FUJIFILM Business Innovation Corp. guna memperluas cakupan bisnis, dan Astragraphia tetap dipercaya memegang peran sebagai distributor eksklusif di Indonesia.
Penutup
Kini Xerox lebih dari sekadar mesin fotokopi. Tapi jadi perusahaan teknologi yang berfokus pada perpaduan digital dan fisik. Perusahaan yang menjadi partner global resmi tim Formula 1 Aramco Aston Martin ini telah bertransformasi menjadi layanan manajemen dokumen, IoT (Internet of Things), hingga AI (Kecerdasan Buatan).

Sumber: Xerox, Xerox Investor, PrintWeek, Astragraphia, Aston Martin F1



