TL;DR: Ringkasan
- KFC lakukan rebranding 360 derajat pada seluruh lini merek mereka bersama JKR.
- Logo berbentuk bucket kemasan 3D retro dengan font ekspresif dilengkapi detail wajah Kolonel yang lebih hangat.
- Penggunaan font khusus Kentucky Fried Serif/Sans dan palet warna sekunder melengkapi warna hitam, merah, dan putih.
- Tak hanya perubahan visual menu baru dipped, dunked, dan lini minuman KWENCH by KFC diperkenalkan secara global.
- Rebranding diterapkan secara global, bertahap dari Inggris dan Irlandia, lalu seluruh restoran global (termasuk Indonesia) pada tahun 2026.
Siapa yang tidak tahu KFC? Restoran cepat saji ini sangat gampang ditemui di berbagai kota besar dan pusat perbelanjaan di Indonesia. Restoran yang identik dengan warna merah-putih dan senyum khas pak tua (Kolonel Sanders) ini baru saja berdandan besar-besaran di level global.
Raksasa cepat saji yang memiliki lebih dari 34.000 restoran di 150 negara ini baru saja melakukan perombakan identitas visual. Mereka tidak sekadar mengganti logo, melainkan menata ulang semua lini interaksi visual dan pengalaman pelanggan di seluruh dunia.
Yang menarik, dari sisi desain dan branding, langkah modernisasi yang dilakukan KFC ini sama sekali tidak menghilangkan jiwa sebuah merek. Transisi ke desain dengan sedikit gaya tiga dimensi (3D) dan wajah utama sosok Kolonel Sanders memberikan nuansa retro yang ramah. KFC memperkuat kesan ikonik mereka dalam visual yang lebih ekspresif dan relevan di era modern dan digitalisasi ini.
Pemilihan tipografi pada kata KFC (lettermark) baru terlihat lebih tebal dan tetap terlihat klasik, tetapi tidak kaku. Membuat identitas yang lebih tegas (bold) lengkap dengan warna merahnya yang berani dan sangat ekspresif ketika diaplikasikan di berbagai media.


Apa Saja yang Berubah dari Logo KFC?
Proyek perubahan masif ini dikerjakan KFC bersama Jones Knowles Ritchie (JKR), agensi desain global yang berdiri sejak 1990 dan memiliki rekam jejak menangani rebranding merek-merek raksasa seperti Yahoo!, Uber, hingga restoran cepat saji lainnya: Burger King.
Menurut JKR, rebranding ini adalah sebuah evolusi 360 derajat yang menyentuh setiap lini merek KFC. Mulai dari sistem desain, tata ruang restoran, kemasan produk, antarmuka digital, hingga tone of voice (gaya bahasa) di media sosial, semuanya dipikirkan ulang. Menandai babak baru bagi merek ini.
KFC menyebut perombakan ini sebagai “babak Baru” melalui kampanye bertajuk Bucketverse. Nama kampanye dan logo baru ini terinspirasi dari bentuk kemasan ikonik KFC. Ya, bentuk wadah ember karton (bucket) yang biasa kita dapatkan saat membeli paket Whole Chicken berisi 9 potong ayam. Tanpa merombak esensi KFC, perubahan ini menambah pengalaman baru pada elemen-elemen yang sudah ikonik dan tetap menonjolkan ayam goreng yang khas.

Berikut perubahan dan standarisasi visual yang signifikan dalam rebranding KFC:
- Logo baru mengadopsi gaya tiga dimensi (3D) kemasan ayam (bucket) ikonik. Ilustrasi wajah sosok Kolonel Sanders tetap menjadi bagian utama dari logo, dengan perubahan raut ekspresi yang lebih hangat tapi berwibawa. Gambar baru ini juga seolah mengakhiri lelucon salah tafsir dasi pita koboi (black western string tie) yang disangka sebagai badan kecil (dua kaki dan dua tangan).
- Bucket ayam KFC yang digambar ulang bukan sekadar sebagai kemasan, tetapi sebagai bingkai (kanvas) dinamis untuk menampung ilustrasi, foto makanan, atau pesan kampanye. (Mengingatkan kita pada konsep angka 26 di logo Piala Dunia 2026).
- Tulisan KFC disederhanakan, menyisakan sedikit serif (kait) dan lebih tebal dengan tingkat keterbacaan tinggi. Ini memberi kesan fun dan ekspresif tanpa meninggalkan unsur klasik. Menggunakan dua jenis font khusus, yakni Kentucky Fried Serif dan Kentucky Fried Sans, hasil kolaborasi dengan StudioDrama. Kita juga melihat siluet ayam pentung pada huruf C, eksekusi yang begitu cerdas.
- Pola garis merah putih khas KFC dikembangkan menjadi aset visual berbasis teks dengan nama Kentucky Fried Stripes untuk mempertegas pesan komunikasi dan membuat pola lebih cepat dikenali.
- Warna khas hitam, merah, dan putih dipertahankan sebagai fondasi warna utama. Namun, sekarang KFC juga menggunakan warna sekunder yang lebih banyak, sebagai tribut visual untuk 11 bumbu dan rempah rahasia (gabungan herbs and spices) sang Kolonel.
- Fotografi produk kini ditangkap melalui konsep “bucket lens” menonjolkan dan memperkuat objek utama di tengah yang sangat cocok untuk produk makanan. Sedangkan, sistem ilustrasi baru digarap bersama deretan seniman global dari berbagai negara.
- Slogan legendaris “Finger Lickin’ Good” secara khusus didesain ulang oleh desainer dan ilustrator Tobias Hall.
Semua perubahan masif ini dilakukan dengan mempertahankan dan memperkuat aset-aset visual yang memang sudah mengakar sebagai bagian dari KFC, masing-masing dikemas dalam ekosistem branding yang luas dan kuat.





Kapan Penerapan Rebranding (Sekaligus Menu Baru) Ini Hadir di Indonesia?
Pembaruan visual ini tidak berdiri sendiri. Rebranding logo KFC hadir berdampingan dengan inovasi menu baru yakni Dipped, Dunked, dan KWENCH by KFC (lini minuman baru yang saat ini telah mulai hadir di Australia dan Kanada).
Secara desain pengalaman (experience design), menu baru ini yang hadir bersamaan ini menandakan bahwa rebranding tersebut memang dirancang untuk menyesuaikan kebiasaan pelanggan dengan cara makan yang lebih kasual, tidak lagi selalu identik dengan makan berat dengan ayam goreng potongan besar.
Secara global, peluncuran identitas dan menu baru ini dilakukan secara bertahap. Bulan ini di Inggris dan Irlandia, kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan Australia dalam beberapa minggu ke depan. Seluruhnya ditargetkan seluruh waralaba KFC di sepanjang tahun 2026.
Lalu, kapan giliran Indonesia? Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal penerapan visual baru ini di Tanah Air. Sebagai informasi, hak waralaba tunggal di Indonesia dipegang oleh PT Fast Food Indonesia Tbk. Mereka mengelola 683 restoran KFC, sebuah porsi yang sangat besar mengingat total ada sekitar 4.000 restoran KFC di seluruh Asia.
Kita tunggu saja bagaimana wajah baru “Jagonya Ayam!” Ini di Indonesia.

Sumber: KFC, Laporan Tahunan KFC Indonesia, Fox Business, It’s Nice That, JKR

