Arsenal akhirnya juara! Kutukan runner-up resmi berakhir. Skuad Mikel Arteta sukses mengangkat trofi Premier League musim 2025/2026. Kepastian ini tidak datang di atas lapangan. Gelar jatuh ke pelukan The Gunners usai sang rival utama, Manchester City, dipaksa menelan hasil imbang 1-1 melawan Bournemouth malam ini (20/5).
Selisih 4 poin dengan menyisakan 1 pertandingan terakhir membuat Arsenal tak lagi bisa dikejar. Meriam London kembali meledak.
Musim 2025/2026 memang penuh drama. Di lima liga top Eropa, peta kekuatan bergeser di beberapa negara. Namun, ada pula yang makin kokoh di singgasananya.
Inilah para juara 5 liga top Eropa.
Premier League: Arsenal

Penantian panjang itu tuntas. Arsenal tampil sangat konsisten sejak awal musim. Kedewasaan skuad muda Arteta jadi kunci. Mereka jarang terpeleset lagi di laga krusial. Hasil seri City jadi kado terindah penutup musim yang nyaris sempurna.

La Liga: FC Barcelona

Spanyol kembali dikuasai Catalan. Real Madrid gagal mempertahankan gelar. Tim ibu kota kehabisan bensin di fase-fase akhir kompetisi. Barcelona mengambil alih kendali dengan tenang. Konsistensi skuad asuhan Hansi Flick ini sukses meredam perlawanan hingga pekan terakhir.

Serie A: Inter Milan

Di Italia, Inter Milan masih terlalu perkasa. Mereka sukses merajai Serie A tanpa banyak hambatan. Skuad asuhan Simone Inzaghi nyaris tanpa celah. Pertahanan mereka sangat rapat, berpadu dengan lini serang yang mematikan. Gelar Scudetto pun sukses diamankan kembali.

Bundesliga: Bayern München

Bayern München kembali ke habitat aslinya. Vincent Kompany membawa perubahan brutal. Die Roten sukses mengunci gelar liga ke-35 mereka jauh sebelum pekan terakhir. Hebatnya, Harry Kane dan kawan-kawan mencetak lebih dari 100 gol musim ini. Benar-benar mendominasi.

Ligue 1: Paris Saint-Germain

Kisah lama di Prancis. Paris Saint-Germain belum bisa dihentikan siapa pun. Mereka masih jadi penguasa tunggal Ligue 1. Jarak poin dengan tim di bawahnya terpaut sangat jauh. Trofi domestik pun kembali menetap dengan nyaman di ibu kota.

(Bonus) Liga Primer Skotlandia: Celtic

Celtic berpesta. Mereka juara untuk kelima kalinya secara beruntun (gelar ke-56).
Di balik gelar Celtic, ada tragedi yang sangat menyakitkan untuk rivalnya, Hearts. Hearts memimpin 250 hari di puncak klasemen, tapi gagal juara karena kekalahan dalam 11 Menit.
Heart of Midlothian hampir mencetak sejarah. Mereka butuh satu hal saja: hasil imbang melawan Celtic di hari penentuan. Gelar juara liga pertama sejak 1960 sudah ada di depan mata.
Menit ke-43, Hearts unggul lebih dulu lewat sundulan Lawrence Shankland. Pendukung bersorak. Namun, Celtic menyamakan kedudukan sebelum turun minum lewat penalti Arne Engels.
Skor 1-1 bertahan hingga akhir babak kedua. Harapan Hearts masih hidup. Sampai kemudian menit ke-87 tiba. Daizen Maeda memecah keheningan. Gol untuk Celtic. VAR sempat menahannya, tapi keputusan tetap sah.
Hearts panik. Di masa perpanjangan waktu (90+8′), kiper Hearts ikut maju mencari keajaiban. Sialnya, Celtic justru melakukan serangan balik. Pemain muda Callum Osmand menceploskan bola ke gawang kosong. Skor 3-1.
Sumber: Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, Ligue 1, Liga Primer Skotlandia


