Bicara soal perayaan 17 Agustus, ada tradisi rutin yang selama 10 tahun terakhir selalu dinanti. Yakni logo HUT RI yang selalu tampil fresh dan jadi bahan obrolan. Kita masih ingat gimana logo HUT ke-80 kemarin memicu pro-kontra dan diskusi seru di tengah publik?
Nah, buat tahun depan nanti, Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) bareng pemerintah udah nyiapin panggung buat para desainer berikutnya untuk bisa terlibat pada Sayembara Logo HUT RI ke-81.
Yuk, kita bedah kenapa sayembara kali ini penting banget, apalagi hari ini adalah hari terakhir mendaftar.
Satu Logo, Ratusan Juta Pasang Mata, Satu Kebanggaan
Merancang logo untuk negara itu bukan sekadar main-main di software desain. Tapi mewujudkan semangat ratusan juta orang ke dalam satu grafis visual. Dan sengaja sayembara nanti setelah proses seleksi akan digelar secara tertutup. Ini agar ADGI sebagai penyelenggara dapat memastikan proses yang berjalan melalui standar tinggi.
Buat desainer grafis yang mau menorehkan sejarah, sayembara tertutup ini resmi ditutup pendaftarannya hari ini. Para calon peserta diwajibkan mendaftarkan diri lewat tautan bit.ly/HUT81RI.
Syaratnya, pendaftar adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia di atas 17 tahun berdomisili di Indonesia yang merupakan Desainer Grafis/Art Director/Creative Director (diharapkan bukan Account Executive ataupun Project Manager dari studio/perusahaan) perwakilan dari studio/perusahaan desain atau sebagai desainer grafis dengan tim kerja yang kompeten. Pendaftar yang terpilih wajib mengikuti seluruh rangkaian proses perancangan hingga presentasi akhir.
Linimasa Proses Kurasi & Perancangan
- Pendaftaran & submisi portofolio 13 Mei – 16 Mei 2026
- Pengumuman peserta terpilih 18 Mei 2026
- Briefing peserta terpilih 19 Mei 2026
- Proses perancangan Mulai dari 20 Mei 2026
ADGI: Penjaga Gawang Visual Kemerdekaan Sejak 2016
Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) sebagai penyelenggara sayembara ini sudah terlihat aktif mengawal dan terlibat dalam proses perancangan desain logo HUT RI sejak tahun 2016.
Keterlibatan mereka dalam rentang waktu yang lama menjadi bukti kalau pemerintah sadar desain grafis bukan cuma “bikin gambar bagus”, tapi soal komunikasi visual tingkat nasional. Dari tangan-tangan desainer yang dikurasi inilah, lanskap baru desain identitas nasional kita terbentuk. Logo ini bukan sekadar atribut seremonial agustusan yang umurnya sebulan lalu dilupakan, tapi jadi medan di mana makna dan persepsi bangsa saling bertubrukan dan dibahas oleh publik luas di dunia maya hingga obrolan sehari-hari.
Menantikan Karya dan Desainer Berikutnya
Tahun lalu, Bram Patria Yoshugi, desainer asal Bandung, berhasil keluar sebagai pemenang untuk logo HUT RI ke-80 lewat desain merah putihnya yang mengusung tema persatuan dan optimisme.
Siapa yang bakal jadi “arsitek visual” untuk ulang tahun Indonesia yang ke-81? Mengingat hari ini adalah HARI TERAKHIR pendaftaran sayembara tertutup ini, ini adalah momen “sekarang atau tidak sama sekali” buat para agency dan desainer grafis tanah air yang dapat undangan.
Gimana menurut kalian? Kira-kira tren desain logo HUT RI ke-81 nanti bakal lebih futuristis, atau justru kembali ke gaya retro klasik? Kita tunggu aja kejutannya jelang bulan Agustus nanti!

