Memasuki pertengahan Mei 2026, Meta resmi mengambil langkah besar untuk mempertegas posisi Threads di peta media sosial dunia. Mereka membuat Threads tak lagi jadi aplikasi yang terkesan nempel ke Instagram. Threads kini tampil dengan logo dan desain visual baru yang lebih berani dan mandiri. Ini menjadi sinyal kuat bahwa platform percakapan milik Mark Zuckerberg tersebut sudah siap lepas landas dari bayang-bayang Instagram.
Penyegaran visual ini bukan sekadar ganti suasana, tapi sebuah strategi branding untuk membangun identitas yang benar-benar terpisah. Berikut adalah bedah tuntas evolusi visual Threads:
Logo Makin Tebal dan Energik

Perancang visual di balik perubahan ini, Christopher Clare (Head of Desain di Threads) bersama Studio Nari, merombak total logo lama yang terkesan santai, tipis, dan biasa menjadi lebih dinamis.
- Identitas independen (bold): efek ketebalan (boldness) pada logo baru sengaja ditambah agar ikon Threads terlihat lebih menonjol dan berkarakter saat berdiri sendiri di layar ponsel pengguna.
- Energi yang terus bergerak (italic): Berbeda dengan logo lama yang tegak, versi terbaru ini dibuat ke depan atau italic. Desain italic ini melambangkan energi percakapan di dalam platform yang selalu bergerak maju dengan cepat.
- Filosofi aliran percakapan (single path): Logo ikonik @ digambar dalam satu garis tak terputus, menjadi simbol bahwa dialog di Threads seharusnya mengalir terus-menerus tanpa henti.
- Tipografi huruf kecil: Penulisan wordmark Threads kini menggunakan huruf kecil semua (@threads) untuk kesan yang lebih santai namun modern, menggantikan penggunaan huruf kapital “T” di awal kata.
- Efek terpahat (chiseled): Terdapat efek bersudut atau chiseled pada ujung hurufnya yang memberikan kesan visual seolah kata tersebut sedang melesat maju. Ini juga menjadikan bentuk font dibuat terkesan kasual.
- Pertumbuhan masif: Rebranding ini dilakukan tepat saat Threads mencatatkan prestasi gemilang dengan melewati angka 400 juta pengguna aktif bulanan pada Agustus 2025 lalu.
Bukan Sekadar “Adik Kecil” Instagram
Dulu, Threads menggunakan desain yang mirip dengan Instagram untuk menarik minat pengguna lama. Namun, Christopher Clare mengakui bahwa kedekatan visual itu mulai menjadi bumerang karena membuat pengguna sulit membedakan identitas kedua platform tersebut.
Kepala Threads, Connor Hayes, menegaskan bahwa identitas baru ini mencerminkan produk yang memang dibangun untuk obrolan kasual. Threads adalah ruang dialog yang cepat dan dinamis.
Meta juga terlihat terus mematangkan platform ini dengan menguji fitur-fitur baru seperti “ghost-posts” serta sistem algoritma “Dear Algo” untuk memberikan pengalaman yang lebih personal bagi penggunanya. Perubahan identitas menjelang usia 3 tahun ini membuktikan bahwa Threads tidak lagi sekadar “proyek sampingan”, melainkan jagoan baru Meta yang siap bertarung di baris depan.

