Close

TRIONDA: Bola Resmi Piala Dunia 2026 dengan Teknologi Futuristik

avatar Tidak diketahui

Piala Dunia bukan cuma soal adu taktik atau siapa yang angkat trofi di akhir. Ada satu hal yang sering tidak selalu dibahas tapi sebenarnya jadi penentu sejarah: bola.

Ya mungkin tidak bisa dibilang selalu, tapi drama bola Adidas Jabulani di 2010 layak jadi argumen. Bola yang jalannya liar banget sampai bikin kiper stres. Atau Al Rihla yang super stabil di Qatar? Nah, untuk edisi Piala Dunia 2026 nanti, Adidas resmi memperkenalkan TRIONDA. Tepatnya sih sudah sejak 2 Oktober 2025 lalu. Bola ini bukan sekadar bulat, tapi paket lengkap antara filosofi mendalam dan teknologi yang bisa “bicara” langsung dengan wasit.

TRIONDA, bola resmi Piala Dunia 2026

Yuk, coba kita bedah kenapa TRIONDA ini berpotensi jadi bola paling ikonik sepanjang masa!

Satu Bola, Tiga Negara

Nama TRIONDA diambil dari bahasa Spanyol yang berarti tiga gelombang (tri dan onda). Nama ini dipilih sebagai simbol persatuan tiga negara yang pertama kalinya dalam sejarah jadi tuan rumah bersama: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Kalau kita perhatikan desainnya, warna bola Adidas ini sangat detail secara visual:

  • Merah: Identitas semangat Kanada dengan simbol daun maple.
  • Hijau: Warna kuat Meksiko lengkap dengan simbol elang Aztec.
  • Biru: Warna khas Amerika Serikat yang diwakili oleh simbol bintang.

Ketiga elemen ini menyatu dalam pola geometris segitiga yang modern banget, melambangkan persatuan tiga penyelenggara di turnamen format baru dengan 48 tim ini.

Teknologi Connected Ball: Bola yang Bisa Bicara ke VAR

Ini bagian yang bikin TRIONDA futuristik. Teknologi yang telah diterapkan di Al Rihla ini hadir lebih canggih. Di dalamnya tertanam sensor gerak 500Hz yang mengirimkan data secara real-time ke sistem VAR dan semi-automated offside. Yang artinya bakal ada 3 hal berikut yang bakal terjadi.

  1. Akurasi top: setiap sentuhan sekecil apa pun bisa langsung terdeteksi.
  2. Keputusan cepat: (semoga) nggak ada lagi drama nunggu VAR kelamaan buat cek offside atau sentuhan tangan.
  3. Data real-time: ofisial pertandingan bisa tahu posisi bola dengan presisi hitungan milidetik.

Harusnya sih, dengan teknologi ini, penentuan injury time juga bakal lebih akurat ya.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahkan menyebut TRIONDA sebagai simbol kemajuan sepak bola modern yang lebih adil dan cepat.

Bola Lebih Minimalis

Kalau dulu bola terdiri dari puluhan panel yang dijahit, TRIONDA cuma pakai empat panel termal. Ini adalah jumlah panel paling sedikit dalam sejarah bola Piala Dunia modern. Apa efeknya dengan sedikit panel? Pertama, aerodinamika akan lebih stabil. Struktur ini bikin bola tidak akan goyang random pas meluncur di udara, jadi operan long ball bakal lebih presisi. Kedua, grip bola akan aman di cuaca apapun. Kulit bola ini punya tekstur timbul dan jahitan dalam khusus supaya pemain tetap punya kontrol dan grip penuh meskipun lapangan basah kuyup atau lembap.

TRIONDA bukan cuma alat buat cetak gol. Ia adalah simbol bagaimana sepak bola berubah jadi lebih global dan digital, tapi tetap menjaga emosi murni dari satu tendangan yang bisa bikin dunia berhenti berputar sejenak. Semoga ini justru bikin pertandingan jadi lebih fair dan lebih menarik.

Sayangnya, Indonesia tidak kebagian menyentuh bola ini di pertandingan resmi Piala Dunia.

Sumber: FIFA, RRI

avatar Tidak diketahui

Desainer yang tinggal di Jakarta, berpengalaman lebih dari 14 tahun di tingkat nasional dan regional. Spesialisasi keahliannya mencakup perancangan identitas merek, desain logo, serta visualisasi data dan infografik. Sepanjang kariernya, ia terbiasa menerjemahkan isu dan data yang kompleks menjadi narasi visual yang fungsional, berpengalaman mengelola strategi visual untuk komunikasi publik.

Eksplorasi konten lain dari VIZ Magazine

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

scroll to top