Di tengah persaingan memperebutkan perhatian penonton yang makin terfragmentasi antara televisi dan platform digital, MNC Group mengambil langkah strategis yang terbilang berani: menggandeng kanal YouTube YB milik Reza Oktovian sebagai Official Digital Partner untuk menyiarkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 secara gratis, berdampingan dengan siaran RCTI.
Ini bukan sekadar soal “gratis atau bayar,” tapi langkah akuisisi audiens yang dihitung matang. Momentumnya makin relevan menjelang laga Timnas Indonesia vs Timnas Kamboja yang tayang Senin (27/7) pukul 20.30 WIB.

Membaca Peluang di Tempat Anak Muda Berkumpul
Selama ini, televisi konvensional punya tantangan klasik: jangkauannya ke generasi muda kian menyusut, sementara generasi ini menghabiskan waktu jauh lebih banyak di YouTube, termasuk untuk mencari tayangan olahraga. MNC Media sendiri telah memegang hak siar Piala AFF sejak 2008 melalui berbagai platform penyiaran. Jaringan dan reputasinya di televisi sudah solid, namun audiens muda yang jarang menyalakan TV belum tergarap maksimal.
Di sinilah letak kecerdikan MNC: alih-alih membangun kanal digital dari nol atau sekadar mengandalkan aplikasi streaming korporat, mereka memilih bermitra dengan sosok yang sudah punya kepercayaan dan jutaan pasang mata loyal, Reza Oktovian. Kolaborasi ini berjalan di atas payung hukum yang sah lewat sublisensi resmi dari Sportfive selaku pemegang hak siar utama turnamen, sehingga statusnya jauh dari sekadar re-upload konten tanpa izin yang lazim ditemui di YouTube.
Dini Putri, Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk sekaligus Acquisition Director RCTI, menyebut kerja sama ini sebagai sejarah baru penyiaran nasional. Ini kali pertama sebuah turnamen sepak bola besar di Indonesia ditayangkan resmi lewat akun YouTube milik individu, sinyal bahwa MNC memilih datang ke tempat penonton baru sudah berkumpul, bukan menunggu mereka pindah ke televisi.
Rekam Jejak yang Bikin MNC Berani Bertaruh: Marapthon
Keputusan MNC menggandeng YB bukan langkah spekulatif semata. Rekam jejak konkret membuktikan Reza Oktovian mampu menggerakkan massa penonton dalam skala besar secara konsisten lewat Marapthon, program subathon (subscribe marathon) yang ia bawakan bersama komunitas AAA Clan sejak akhir 2024 hingga musim ketiganya rampung awal 2026.
Skalanya jauh dari kecil. Rata-rata siaran langsung Marapthon Season 3 ditonton lebih dari tiga juta orang, dengan rekor tertinggi mencapai sepuluh juta penonton dalam satu sesi, bahkan disebut sempat melampaui kanal-kanal streamer populer dunia seperti IShowSpeed dalam beberapa laporan. Loyalitas basis penggemarnya pun bukan isapan jempol: saat musim ketiga Marapthon ditutup lewat konser “FESTIVAAAL” di Istora Senayan pada Mei 2026, jumlah penonton berbayar (member only) tercatat menembus 305 ribu orang.
Rekam jejak inilah yang membuat MNC yakin bermitra dengan YB bukan taruhan buta. Kalau Reza sudah terbukti bisa menggerakkan jutaan penonton untuk acara streaming nonstop tanpa sepak bola sekalipun, menariknya penonton untuk turnamen sebesar ASEAN Championship jelas jauh lebih masuk akal untuk diperhitungkan.
YB Tetap Jadi YB, Justru di Situ Kuncinya

Bagian menarik dari strategi ini, MNC tidak meminta Reza mengubah gaya kontennya menjadi format olahraga yang kaku dan formal. Konten yang dihadirkan di YB tetap terasa seperti YB: santai, interaktif, dan dekat dengan gaya komunikasi anak muda sehari-hari.
Sepanjang turnamen, tim YBRAP merencanakan memproduksi konten orisinal di kanal media sosialnya. Di kursi komentator, Reza memilih sesama kreator konten, Yuka Theo dan JOT, ditemani Valentino “Jebreeet” Simanjuntak, ketimbang pengamat sepak bola profesional. Pendekatan inilah yang membuat YB bisa menjangkau audiens yang selama ini kurang tertarik menonton sepak bola lewat kanal berita olahraga konvensional, tapi jadi penasaran karena dibawakan sosok yang sudah mereka percaya.
Bukti Sejak Hari Pertama
Strategi ini langsung mendapat validasi lebih cepat dari perkiraan. Pada siaran perdana Sabtu (25/7) yang menampilkan laga Kamboja melawan Singapura, sama sekali bukan laga Timnas Indonesia, kanal YB berhasil menembus 75 ribu penonton.
Memang kalah jauh dari rekor Marapthon yang pernah tembus jutaan penonton. Tapi ingat, ini laga pembuka tanpa Timnas sama sekali, dan yang datang menonton bukan cuma pencinta bola. Komunitas penggemar setia Reza dari era Marapthon ikut terbawa hadir, menonton olahraga yang sebelumnya belum tentu jadi minat mereka.
Ujian Sesungguhnya: Senin, 20.30 WIB
Angka pembuka itu memberi ekspektasi tinggi untuk laga Timnas Indonesia Senin (27/7) pukul 20.30 WIB. Laga ini akan jadi tolok ukur sesungguhnya, apakah antusiasme suporter sepak bola dan basis penonton setia YB benar-benar bisa saling melipatgandakan seperti yang diperhitungkan MNC sejak awal merancang kolaborasi ini.
Terlepas dari hasil akhirnya, langkah MNC menggandeng YB sudah memberi pelajaran berharga bagi industri media di Indonesia: menjangkau audiens baru tidak selalu berarti membangun platform dari nol, tapi bisa lewat kolaborasi dengan sosok yang sudah dipercaya audiens tersebut, selama hak siarnya legal dan mitra tetap diberi ruang mempertahankan keasliannya.
Seluruh pertandingan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, tayang serentak di RCTI dan kanal YouTube YB (@ybrap), tanpa mewajibkan penonton berlangganan atau menjadi member kanal.
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia

Jadwal lengkap Timnas Indonesia di fase grup ASEAN Championship 2026 (Piala ASEAN 2026): Indonesia vs Kamboja (Senin, 27/7, 20.30), Timor Leste vs Indonesia (Jumat, 31/7, 17.00), Indonesia vs Vietnam (Senin, 3/8, 20.30), dan Singapura vs Indonesia (Jumat, 7/8, 20.00).

