Close

Hypermart Ganti Wajah, Menyajikan “Rasa” ke Dalam Supermarket

avatar Tidak diketahui

Hypermart merayakan usia ke-21 mereka dengan melakukan perubahan wajah agar pelanggan pun merubah cara pandang dan merasakan pengalaman belanja di sana.

Agustus 2025, Hypermart resmi memperkenalkan identitas visual baru lewat rebranding menyeluruh yang mencakup logo, suasana toko, budaya layanan, hingga pengalaman belanja.

Logo barunya terlihat lebih casual, fresh, dan tidak kaku seperti sebelumnya. Bentuk barunya memakai simbol infinity ribbon, pita tak berujung yang melambangkan adaptabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan. Di bagian tengah muncul elemen golden smile berwarna kuning yang menyerupai pisang sebagai simbol keramahan, kebahagiaan, dan kehangatan pelayanan pelanggan menurut Hypermart.

Mengikuti Tren Lived Sensations

Pilihan visual ini menarik jika dikaitkan dengan tren branding global 2026 yang mulai mengarah pada konsep yang disebut lived sensations.

Dalam tren tersebut, sebagaimana diulas The Branding Journal, identitas merek tidak lagi berhenti di logo statis atau warna korporat. Brand mulai berusaha menciptakan suasana dan pengalaman yang terasa lebih manusiawi. Bukan sekadar tampil modern secara visual. Fokusnya bergeser ke mood, atmosfer, dan bagaimana sebuah brand dirasakan oleh konsumen.

Arah perubahan itu nampak cukup jelas pada rebranding Hypermart.

Alih-alih tampil sangat futuristik atau sangat minimalis, Hypermart justru membawa pendekatan yang terasa lebih terasa segar dan emosional. Warna biru pada logo tetap mempertahankan kesan modern dan terpercaya, sementara elemen kuning senyum pisang menjadi pusat identitas baru mereka.

Logo Hypermart baru (atas) dan logo awal Hypermart (bawah) yang telah digunakan bergantian sejak 2004 hingga 2025

Golden Smile Movement

Dalam rilis Hypermart disebut, pendekatan tersebut juga diterjemahkan ke berbagai lini operasional. Mereka memperkenalkan Golden Smile Movement, filosofi layanan yang menempatkan kebahagiaan karyawan sebagai bagian dari pengalaman pelanggan. Area fresh food diperbarui, tata letak kategori non-makanan dibuat lebih modern, suasana toko disegarkan, hingga program loyalitas diperkuat dengan berbagai aktivitas interaktif.

Kampanye “Belanja Bikin Happy” ditujukan untuk mencoba membangun asosiasi emosional lewat berbagai program seperti “Waktunya Ibu Bahagia”, lengkap dengan aktivitas komunitas, beauty session, cooking demo, hingga gamifikasi di aplikasi mereka.

Di tengah dominasi e-commerce dan perubahan pola konsumsi digital, Hypermart mencoba memposisikan toko fisik bukan sekadar tempat transaksi, tetapi ruang pengalaman yang lebih hangat dan personal.

Empat gerai pertama dengan identitas baru ini mulai diluncurkan pada 28 Agustus 2025 di Lippo Karawaci Utara, Puri, Villa Melati Mas, dan Gading Serpong.

Namun seperti banyak rebranding besar lainnya, tantangan terbesar tetap ada pada konsistensi eksekusi.

Karena identitas baru bisa menarik perhatian di awal, tetapi pengalaman nyata pelanggan di lapangan yang nantinya menentukan apakah golden smile Hypermart benar-benar punya arti lebih dari sekadar hingar bingar simbol visual.

Sumber: MPPA, The Branding Journal

avatar Tidak diketahui

Desainer yang tinggal di Jakarta, berpengalaman lebih dari 14 tahun di tingkat nasional dan regional. Spesialisasi keahliannya mencakup perancangan identitas merek, desain logo, serta visualisasi data dan infografik. Sepanjang kariernya, ia terbiasa menerjemahkan isu dan data yang kompleks menjadi narasi visual yang fungsional, berpengalaman mengelola strategi visual untuk komunikasi publik.

Tinggalkan Balasan

Leave a comment

Eksplorasi konten lain dari VIZ Magazine

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

scroll to top