Dalam Public Expose 2025, PT MNC Vision Networks Tbk (MVN) mengumumkan bahwa MNC Vision akan direbranding kembali menjadi Indovision. Langkah ini bukan sekadar nostalgia, melainkan bagian dari strategi menghadapi perubahan industri media yang semakin bergeser ke distribusi digital, IPTV, dan layanan streaming berbasis internet.
MVN juga menyiapkan penguatan distribusi konten melalui ISP lokal, TV kabel daerah, hingga layanan IPTV seperti MNC Play. Teknologi AI turut masuk dalam roadmap perusahaan, terutama untuk pengembangan konten yang lebih personal dan relevan bagi pelanggan.
Namun di antara berbagai strategi teknologi tersebut, keputusan paling menarik justru datang dari identitas lama yang pernah sangat kuat di pasar Indonesia: Indovision.

PT MNC Vision Networks Tbk (MVN) mengumumkan kembalinya merek Indovision pada Paparan Publik, Senin 23 Juni 2025. Foto/Tangguh Yudha/SindoNews
Alasan Kembalinya Merek Indovision
Menurut MVN, nama Indovision masih memiliki tingkat pengenalan yang sangat tinggi di masyarakat. Brand ini hadir sejak 1994 sebagai layanan TV satelit berlangganan pertama di Indonesia.
Pada masa awal operasionalnya, Indovision menghadirkan channel internasional seperti CNN, HBO, Discovery Channel, ESPN, hingga Cartoon Network — sesuatu yang pada era 90-an identik dengan layanan hiburan premium.
Nama tersebut kemudian berubah menjadi MNC Vision pada 2017 sebagai bagian dari integrasi layanan TV satelit MNC Group. Namun di tengah tekanan layanan OTT dan streaming digital, MVN tampaknya melihat bahwa nama Indovision masih memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan publik dibanding identitas barunya.
Rebranding ini juga hadir ketika pasar TV berlangganan mengalami perubahan besar. Penonton kini tidak lagi hanya mencari jumlah channel, tetapi juga pengalaman menonton yang lebih sederhana, fleksibel, dan mudah diakses.
Karena itu, Indovision versi baru diarahkan untuk keluarga muda, anak-anak, hingga lansia — segmen yang masih cukup dekat dengan pola konsumsi TV linear tradisional.


Sejarah Merek Indovision
Perjalanan Indovision cukup menggambarkan perubahan industri media Indonesia selama tiga dekade terakhir.
Pada era awal, TV satelit identik dengan akses hiburan premium. Memasuki 2000-an, Indovision berkembang menjadi pemain dominan di industri TV berbayar nasional. Lalu era streaming dan OTT mengubah cara masyarakat menikmati konten hiburan.
MVN kini mencoba mencari posisi baru, bukan dengan bersaing langsung melawan platform streaming, tetapi melalui perluasan distribusi lewat IPTV, ISP, dan paket TV yang lebih fleksibel.
Strategi ini terasa seperti pendekatan “back to basic”: menggunakan nama lama yang sudah memiliki kedekatan dengan publik, sambil menyesuaikan sistem distribusinya dengan pola konsumsi media saat ini.
Sumber: Indovision, Sindo News

