Close

Aplikasi Tinder Ubah Logo

avatar Tidak diketahui
Tinder Flame, logo baru Tinder yang iconic

Tinder Flame, logo baru Tinder yang ikonis

Aplikasi kencan digital Tinder, baru saja melakukan rebranding. Studio desain Porto Rocha, yang berbasis di New York, Amerika Serikat, merancang pembaruan ini agar tetap relevan dengan generasi Z dengan pendekatan visual dan gaya komunikasi yang jauh lebih segar, berani, dan relevan dengan realita kencan masa kini.

Di Indonesia, meskipun Tinder identik dengan kontroversi karena benturan antara budaya kencan bebas (hookup) dengan norma sosial dan agama, aplikasi ini tetap menjadi top of mind. Tinder menguasai 53% pangsa pasar di sini dengan total hampir 1,5 juta pengguna.

Visual Lebih Berani dan Percaya Diri

Perubahan visual ini, sebagaimana diungkap Yedo Han, Senior Designer Porto Rocha dalam interview bersama It’sNiceThat, identitas baru ini menampilkan pengalaman real Gen Z dengan cara menggabungkan foto asli pengguna, anime, lukisan, hingga elemen budaya pop.

Tangkapan layar pratinjau aplikasi Tinder di App Store.
Tangkapan layar pratinjau aplikasi Tinder di App Store.

Detailnya, Porto Rocha mengubah elemen inti Tinder agar terasa lebih edgy namun tetap familier:

Ikon api yang menjadi ciri khas Tinder didesain lebih ramping (sleek) dan tajam. Perubahan ini mewakili keberanian dan kecerdasan merek tanpa menghilangkan kesan hangat dan mudah didekati.

Tinder flame atau ikon lama (vs) vs ikon baru
Tinder flame atau ikon lama (vs) vs ikon baru
Logo tinder lama vs logo baru
Logo lama (vs) vs logo baru Tinder

Gradasi warna merah tua ke oranye atau merah muda, kini menjadi merah yang lebih tua.

Yang paling mencolok, pada wordmark (teks logo) sebelumnya menggunakan huruf kecil, kini jadi huruf kapital (all caps).

Tampilan baru website Tinder
Tampilan baru website Tinder
Logo baru Tinder pada footer website resminya
Logo baru Tinder pada footer website resminya

Perubahan ini telah nampak diterapkan pada website resmi Tinder hingga pasar aplikasi. Namun, hingga laporan ini dipublikasikan, kami belum menemukan pembaruan pada brand guideline resminya.

avatar Tidak diketahui

Editorial team of the VIZ Magazine

Eksplorasi konten lain dari VIZ Magazine

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

scroll to top