Langit Chamonix jadi saksi bendera Merah Putih berkibar dua kali. Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi sama-sama pulang membawa emas nomor speed di World Climbing Series 2026, Sabtu (11/7) malam waktu setempat.
Buat Veddriq, raihan emas ini adalah comeback berharga pasca-Olimpiade Paris 2024. Dia mengalahkan junior senegara, Antasyafi Robby Al Hilmi. Sementara Desak Made Rita kembali mengukuhkan diri sebagai Ratu Speed lewat gelar back-to-back, setelah sebelumnya juara di Polandia, lanjut sekarang di Prancis.
Apa itu World Climbing Series?
Kompetisi panjat tebing tahunan internasional ini diselenggarakan oleh Federasi Olah Raga Panjat Internasional (IFSC) yang sejak 10 Desember 2025 lalu berganti nama menjadi World Climbing.

Tak hanya nama, visual federasi ini juga di-makeover. Logo baru World Climbing berbentuk globe yang terbentuuk dari susunan climbing holds (poin-poin pegangan panjat), dengan rute-rute yang saling terkait.

Rute-rute ini sebagai simbol konektivitas global. Tiga climbing holds dengan warna yang berbeda di tengah melambangkan tiga disiplin utama: Lead, Boulder, dan Speed.
Rebranding ini tidak hanya soal nama dan logo, tapi seri kompetisi juga berganti dari IFSC World Cup menjadi World Climbing Series.

