Close

Desain Ikon Baru di Aplikasi Google

avatar Tidak diketahui

Google mengenalkan perubahan total set ikon aplikasi pada Google Workspace mereka. Setelah bertahun-tahun menggunakan strategi unifikasi visual yang membuat seluruh aplikasinya tampak seragam (dan kadang membingungkan pengguna), perubahan ini membuat aplikasi-aplikasinya lebih mudah dibedakan.

Ikon resmi ini memiliki karakter yang bisa dibilang sebagai terjemahan dari perubahan baru logo Google pada September 2025 lalu, dari 4 warna kaku menjadi blur dan gradien.

Ikon-ikon baru Google (via Creative Bloq)

Redesain ini memang bukan sekadar urusan kosmetik, tapi untuk tujuan pengguna yang selama ini kesulitan membedakan antara Drive, Meet, atau Calendar dalam penglihatan sekilas dan cepat.

Kini Lebih Blurry, Tidak Harus Pakai Empat Warna

Google sebelumnya secara kaku memaksakan pakem garis tepi dengan kombinasi empat warna khasnya (merah, kuning, hijau, biru) ke hampir semua ikon aplikasi mereka. Secara estetika desain, strategi ini memang menyatukan ekosistem. Namun, dari perspektif user experience (UX), desain tersebut justru mengorbankan fungsionalitas karena semua terlihat mirip.

Ikon-ikon aplikasi di Google Workspace via (9to5google)

Pada update ini, Gmail menjadi satu-satunya ikon yang tetap mempertahankan skema empat warna Google. Namun, warna merah kini dibuat sangat dominan pada bentuk amplop ‘M’ yang sudutnya sedikit lebih membulat. Ini membuatnya tetap mudah dikenali tetapi tetap selaras dengan perubahan baru.

Pada perubahan ini, ada dua ‘aturan’ penerapan warna oleh Google pada logo-logonya, antara lain:

  1. Gradien lembut untuk menggantikan warna flat monoton dengan transisi warna dari terang ke gelap, memberikan efek kedalaman visual (seperti perpaduan estetika awal internet yang ceria dengan sentuhan modern mirip Liquid Glass milik Apple).
  2. Warna dominan pada tiap ikon. Hal ini otomatis menghapus ‘aturan’ memasukkan seluruh elemen empat warna ke setiap ikon. Warna tunggal yang dominan agar lebih mudah dikenali di taskbar atau layar smartphone.

Respons Pengguna

Rollout yang berjalan menjelang gelaran Google I/O ini langsung memicu reaksi beragam dari komunitas desainer dan pengguna di platform X dan Reddit.

Banyak yang menyambut baik bentuk-bentuk ikonis yang kontras ini karena lebih fungsional. Namun ada juga yang mengkritik kalau transisi desain Google dinilai terlalu cepat berpindah ke tren blur dan gradien, padahal sebelumnya mereka membangun pakem Material Design. Perubahan ini dianggap sebagai inkonsistensi komitmen pada visi desain jangka panjang sebelumnya.

Bagaimanapun, pada akhirnya waktu dan pengguna lah yang akan menentukan keberhasilan dari redesain ini. Apakah ketika kita melihat banyak aplikasi di Google Workspace, dan secara cepat tanpa keliru mampu memilih aplikasi yang kita butuhkan secara intuitif. Yang jelas, desain boleh didebat, tapi yang paling penting apakah tujuan desainnya tercapai, berfungsi dengan baik atau tidak.

Sumber: 9to5google, FastCompany, CreativeBloq, TheVerge, Engadget; Featured image via Chrome Unboxed

avatar Tidak diketahui

Desainer yang tinggal di Jakarta, berpengalaman lebih dari 14 tahun di tingkat nasional dan regional. Spesialisasi keahliannya mencakup perancangan identitas merek, desain logo, serta visualisasi data dan infografik. Sepanjang kariernya, ia terbiasa menerjemahkan isu dan data yang kompleks menjadi narasi visual yang fungsional, berpengalaman mengelola strategi visual untuk komunikasi publik.

Eksplorasi konten lain dari VIZ Magazine

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

scroll to top